PAPUA, TBNN.COM –– Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, kembali menunjukkan wajah perdamaian dan persaudaraan dengan cara yang khas dan penuh makna. Mengawali Tahun Baru 2026, masyarakat Suku Kamoro Kampung Nawaripi menggelar tarian dan nyanyian tradisional di depan Kantor Pemerintah Kampung Nawaripi, Senin (05/01/2026).
Kegiatan tersebut bukan sekedar hiburan untuk mengenang awal tahun, melainkan menjadi sarana mempererat silaturahmi antara masyarakat kampung dengan aparatur pemerintah desa. Tradisi ini berlangsung secara turun-temurun dan menjadi simbol persatuan, kebersamaan, serta keharmonisan sosial di Kampung Nawaripi.
Sejak pagi hari, masyarakat Suku Kamoro berbondong-bondong mendatangi kantor kampung dengan penuh kegembiraan. Iringan lagu-lagu khas daerah Mimika menggema, disertai gerakan tarian tradisional yang sarat makna budaya.
Kehadiran masyarakat membawa suasana positif dan penuh kegembiraan, menciptakan energi kebersamaan yang hangat di lingkungan kampung.
Aparatur Pemerintah Kampung Nawaripi yang hadir menyambut baik kedatangan masyarakat. Mereka juga larut dalam suasana, bahkan ikut menari bersama masyarakat sebagai wujud kedekatan antara pemerintah kampung dan warga.
Kebersamaan ini mencerminkan hubungan yang harmonis dan saling menghargai.
Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa kegiatan menari dan nyanyian tersebut bukanlah hal baru. Menurutnya, tradisi ini telah dilakukan oleh masyarakat Suku Kamoro sejak bertahun-tahun yang lalu dan terus dijaga hingga saat ini.
“Mereka melakukan kegiatan ini bukan hanya tahun ini saja, tetapi sudah berlangsung bertahun-tahun. Ini seperti sudah menjadi tradisi di Kampung Nawaripi. Kegiatan seperti ini sangat luar biasa dan patut diapresiasi,” ujar Norman Ditubun.
Ia menambahkan bahwa tradisi ini memiliki nilai sosial yang sangat tinggi karena mampu menjaga hubungan baik antara masyarakat dan aparatur kampung, sekaligus menjadi contoh positif bagi kampung-kampung lain di Kabupaten Mimika dalam membangun perdamaian dan persaudaraan.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat Suku Kamoro dan para pegawai Pemerintah Kampung Nawaripi menari bersama menyanyikan lagu-lagu khas daerah Mimika.
Momen ini simbol menjadi kuatnya persatuan tanpa sekat, sekaligus cerminan kehidupan sosial yang rukun dan damai.
Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi kebersamaan. Selain itu, pemerintah kampung juga memberikan kontribusi kepada masyarakat Suku Kamoro sebagai wujud kepedulian sosial dan dukungan terhadap upaya menjaga persatuan serta keharmonisan di Kampung Nawaripi.
Kegiatan budaya ini membuktikan bahwa kearifan lokal mampu menjadi jembatan perdamaian. Kampung Nawaripi pun layak menjadi teladan dalam merawat nilai persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Mimika.

















