Example floating
Berita

khir 2025, Pemprov NTT Klaim Fondasi Transformasi Pembangunan Kian Kuat

166
×

khir 2025, Pemprov NTT Klaim Fondasi Transformasi Pembangunan Kian Kuat

Share this article

Kupang, TBN Narkoba

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menutup tahun 2025 dengan merangkum berbagai capaian pembangunan yang dinilai menjadi fondasi penting bagi transformasi pembangunan berkelanjutan. Hal itu disampaikan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena saat coffee morning bersama media massa di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Jumat (19/12/2025), sehari menjelang peringatan HUT ke-67 Provinsi NTT.

Gubernur Melki menyampaikan, sepuluh program prioritas daerah yang dirangkum dalam Dasa Cita bertajuk Ayo Bangun NTT mulai menunjukkan hasil di berbagai sektor. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat pekerjaan rumah besar yang membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, media, dan masyarakat dalam mendorong perubahan yang lebih merata.

Di sektor ekonomi, Pemprov NTT mendorong transformasi dari hulu ke hilir melalui program One Village One Product (OVOP). Hingga akhir 2025, tercatat 190 UMKM binaan dengan 44 produk unggulan di bidang pangan olahan, herbal, kriya, dan tenun ikat yang telah mendapatkan pendampingan, mulai dari peningkatan kapasitas usaha, penguatan kemasan, hingga perluasan akses pasar melalui NTT Mart.

“Ke depan, kita tidak boleh lagi menjual barang mentah. Polanya harus berubah dari tanam, panen, jual menjadi tanam, panen, olah, kemas, lalu jual agar tercipta nilai tambah,” ujar Melki. NTT Mart kini telah beroperasi di sejumlah kabupaten/kota dan diperkuat melalui Gerakan Beli NTT serta pengembangan Dapur Flobamorata.

Pada bidang kepemudaan dan ekonomi kreatif, Pemprov NTT menempatkan pemuda dan perempuan sebagai penggerak utama pembangunan. Sepanjang 2025, lebih dari 1.200 peserta di 18 kabupaten/kota mengikuti pelatihan inkubator bisnis dan penguatan ekonomi kreatif berbasis lokal yang juga disertai kampanye isu sosial, seperti pencegahan narkoba, perdagangan orang, serta kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Sektor pariwisata turut diperkuat melalui berbagai event berskala nasional dan internasional, termasuk Tour de EnTeTe 2025 yang melibatkan 80 pembalap dari 13 negara. Sejumlah festival budaya dan pameran pembangunan disebut berhasil menarik puluhan ribu pengunjung serta memberikan dampak langsung bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif.

Sementara itu, Pemprov NTT juga mencatat capaian di sektor sosial, pendidikan, dan tata kelola pemerintahan. Pembayaran jaminan sosial ketenagakerjaan bagi 100.000 pekerja informal telah dituntaskan, prevalensi stunting turun menjadi 20,5 persen, ratusan sekolah direhabilitasi dan direnovasi, serta reformasi birokrasi dan transformasi digital terus diperkuat. Gubernur Melki menegaskan, tahun 2026 akan menjadi tahun pertanggungjawaban terbuka atas pelaksanaan Dasa Cita dan program pemerintah pusat.

(Michael SO)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights