Example floating
Berita DaerahNasional

Sekolah Dipalang, Hak Belajar Siswa Terhenti

89
×

Sekolah Dipalang, Hak Belajar Siswa Terhenti

Share this article

MIMIKA, TBNNARKOBA.com — Aktivitas belajar mengajar di SMA Negeri 1 Mimika dan SMA Negeri 7 Mimika terhenti total akibat aksi pemalangan yang dilakukan sekelompok warga, Rabu (14/02).

Aksi tersebut berlangsung sejak pagi hari dan bertepatan dengan jam masuk sekolah, sehingga siswa dan guru tidak dapat melaksanakan kegiatan pendidikan sebagaimana mestinya.

Pemalangan dilakukan dengan menutup akses utama masuk sekolah menggunakan spanduk, yang menyebabkan seluruh aktivitas pendidikan lumpuh selama beberapa waktu. Kondisi ini memicu keresahan di kalangan orang tua murid serta tenaga pendidik karena berdampak langsung pada pemenuhan hak dasar anak untuk memperoleh pendidikan.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Kampung Nawaripi yang juga menjabat sebagai Ketua Komite SMA Negeri 1 Mimika, Norman Ditubun, menyayangkan aksi pemalangan yang terjadi di wilayahnya. Ia menilai tindakan tersebut tidak tepat karena menjadikan sekolah dan peserta didik sebagai objek tekanan.

“Sekolah adalah ruang pendidikan, bukan tempat untuk menyampaikan kepentingan dengan cara menghalangi proses belajar mengajar. Anak-anak tidak boleh menjadi korban dari persoalan apa pun,” ujar Norman kepada wartawan.

Ia menegaskan bahwa tindakan pemalangan telah mengganggu ketertiban umum serta menghambat aktivitas pendidikan yang seharusnya dilindungi oleh semua pihak. Norman juga menyampaikan apresiasi kepada para guru dan orang tua murid yang berinisiatif membuka spanduk penutup akses sekolah sehingga kegiatan belajar dapat kembali berjalan.

“Saya berterima kasih kepada guru dan orang tua murid yang berani membuka palang demi kepentingan anak-anak. Sebagai Kepala Kampung Nawaripi, saya bertanggung jawab atas keamanan dan ketertiban di wilayah ini, termasuk lingkungan sekolah,” tegasnya.
Ke depan, Pemerintah Kampung Nawaripi berencana membentuk tim keamanan sekolah yang melibatkan orang tua murid dan Karang Taruna, serta bekerja sama dengan aparat keamanan. Langkah ini diambil untuk memastikan kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan tanpa gangguan.

Peristiwa pemalangan sekolah ini menjadi perhatian serius bagi semua pihak, sekaligus pengingat bahwa dunia pendidikan harus dijaga dari konflik dan kepentingan tertentu. Sekolah, sebagai tempat mencetak generasi masa depan, semestinya menjadi ruang yang aman, netral, dan bebas dari segala bentuk tekanan. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights