Example floating
Berita Daerah

Warga Tanjung Sengkuang Protes Air Mati, IPJI Kepri Sebut BP Batam Gagal Kelola

41
×

Warga Tanjung Sengkuang Protes Air Mati, IPJI Kepri Sebut BP Batam Gagal Kelola

Share this article

BATAM, TBNNASIONAL.com – Ratusan warga Kecamatan Batu Ampar, khususnya yang berada di wilayah Tanjung Sengkuang, menggelar protes keras terkait masalah pasokan air bersih yang sering mati dan tidak mengalir selama berhari-hari, Senin (19/01/2026).

Kondisi ini sangat meresahkan masyarakat karena berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari dan aktivitas ekonomi mereka.

Keluhan ini tidak hanya mencakup warga yang kehilangan pasokan udara untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga para pelaku usaha kecil seperti usaha cuci motor, laundry, dan warung makan yang terpaksa menutup layanan mereka akibat tidak adanya air bersih.

Selain itu, tanaman warga yang bergantung pada pasokan udara juga mengalami kerusakan dan kematian.

Sebagai bentuk kekecewaan terhadap pengelolaan air yang dinilai buruk, warga Tanjung Sengkuang berencana menggelar aksi damai pada 22 Januari 2026, mulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB. Titik kumpul aksi akan berlangsung di Simpang 4 Melcem dan dilanjutkan menuju Kantor DPRD Kota Batam. Dalam poster aksi yang beredar, lima tuntutan utama warga disuarakan, di antaranya:

1. Evaluasi terhadap pengelola air karena pasokan sering mati di Tanjung Sengkuang.

2. Pergantian pengelola air bersih yang dianggap tidak mampu.

3. Pemanggilan pihak pengelola air, Pemko Batam, dan BP Batam sebelum aksi dibubarkan.

4. Aksi tidak akan diumumkan sebelum ada kesepakatan yang jelas.

5. Pemanggilan pihak pengelola air, Pemko Batam, dan BP Batam sebelum aksi dibubarkan.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (DPW IPJI) Provinsi Kepri, Ismail Ratusimbangan, mengkritik keras pengelolaan air oleh BP Batam. Ia menyebut masalah ini sudah berlangsung lama namun tidak mendapat perhatian serius dari pihak terkait.

“Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat. Jika terus bermasalah dan dibiarkan, ini bentuk kegagalan pelayanan publik. Pemerintah dan pengelola harus bertanggung jawab dan segera memberikan solusi nyata,” tegas Ismail.

Ismail juga menyoroti sikap BP Batam yang lebih mengutamakan keuntungan besar, namun mengabaikan hak dasar masyarakat akan air bersih. Menurutnya, jika dibandingkan dengan pengelolaan air oleh swasta seperti ATB, masalah air di Tanjung Sengkuang tidak separah ini.

“Pada saat air dikelola oleh swasta, sebagian besar pipa induk sudah direvitalisasi oleh ATB,” katanya.

Ia juga mengkritik pernyataan Kepala BP Batam yang menyebut anggaran terbatas. “Menyangkut anggaran, bukankah masyarakat membayar untuk air yang lancar? Uang pembayaran itu untuk biaya pemeliharaan. BP Batam saat ini terbatas karena ada banyak pelayanan yang bertahun-tahun tidak berjalan,” sambung Ismail.

Ismail menambahkan, masalah air yang terus berlarut-larut ini semakin membebani masyarakat yang jumlahnya terus meningkat setiap tahun. “Selaku pemimpin, BP Batam harus bertanggung jawab. Air adalah kebutuhan pokok masyarakat,” tandasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Lurah Tanjung Sengkuang belum memberikan konfirmasi resmi terkait keluhan dan rencana aksi warga tersebut.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan agar persoalan air bersih ini tidak berlarut-larut.

“Suara rakyat Tanjung Sengkuang harus didengar,” seru warga dalam poster aksi damai tersebut.

Laporan: (mail)

Editor: (Iskandar)


 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights