Example floating
Berita

Apel Bulan K3 di Balikpapan, Wagub Kaltim Soroti 319 Ribu Kasus Kecelakaan Kerja Nasional

175
×

Apel Bulan K3 di Balikpapan, Wagub Kaltim Soroti 319 Ribu Kasus Kecelakaan Kerja Nasional

Share this article

BALIKPAPAN, TBN Narkoba – Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dinilai menjadi isu krusial di tengah ambisi Indonesia memperkuat posisi sebagai kekuatan ekonomi dunia dengan jumlah tenaga kerja mencapai 146,54 juta orang. Pemerintah menegaskan K3 tidak lagi sekadar pelengkap regulasi, melainkan fondasi utama yang menyangkut keselamatan dan keberlangsungan hidup pekerja.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji saat Apel Bulan K3 yang digelar di Balikpapan, Sabtu (31/1/2026). Dalam kesempatan itu, Seno Aji memaparkan data nasional terkait kecelakaan kerja yang dinilai masih mengkhawatirkan.

Berdasarkan data tahun 2024, tercatat 319.224 kasus kecelakaan kerja dilaporkan secara nasional. Selain itu, dalam beberapa bulan terakhir, insiden kecelakaan kerja fatal yang merenggut nyawa pekerja masih kerap terjadi dan menjadi sorotan media massa.

Dalam keterangannya, Seno Aji menegaskan bahwa angka kecelakaan kerja tidak bisa dipandang sekadar statistik.

“Angka ini bukan sekadar statistik. Di balik setiap kasus, ada pekerja yang mengalami penurunan kemampuan kerja, bahkan kehilangan nyawa,” tegasnya.

Tingginya angka kecelakaan kerja, menurut Seno Aji, menimbulkan dampak berantai yang merugikan banyak pihak. Dampak tersebut tidak hanya dirasakan oleh pekerja, tetapi juga keluarga, perusahaan, hingga negara.

Ia merinci, bagi pekerja dan keluarga, kecelakaan kerja dapat menyebabkan hilangnya kemampuan bekerja yang berujung pada terputusnya sumber penghidupan. Bagi perusahaan, kecelakaan berdampak pada terganggunya produktivitas serta meningkatnya biaya operasional. Sementara bagi negara, tingginya kecelakaan kerja menimbulkan beban sosial dan ekonomi akibat hilangnya potensi produktivitas nasional.

“Selain itu, dampak kecelakaan kerja juga dirasakan oleh keluarga pekerja yang kehilangan tulang punggung. Perusahaan pun menghadapi gangguan produktivitas yang serius,” bebernya.

Pengelolaan K3 yang profesional dinilai mampu meningkatkan moral dan kepercayaan pekerja, sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif. Kondisi tersebut secara langsung berdampak pada peningkatan daya saing industri nasional di tingkat global.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, lanjut Seno Aji, terus mendorong penguatan sistem K3 di seluruh sektor strategis, mulai dari pertambangan, konstruksi, hingga ekonomi digital. Upaya ini dilakukan melalui penerapan standar operasional prosedur yang lebih ketat guna menekan angka kecelakaan kerja menuju target zero accident.

Apel Bulan K3 diharapkan menjadi momentum penguatan komitmen bersama antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja dalam menjadikan keselamatan dan kesehatan kerja sebagai budaya, bukan sekadar kewajiban administratif.

(Munawar Hasan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights